Wednesday, 21 January 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

 



Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.


Terminasi Konektor Fiber Optics

 

Terminasi Konektor Fiber Optics


Gambar 427 Terminasi Konektor Fiber Optics


Berikut langkah-langkah melakukan crimping (terminasi) Fiber Optic yang umum dipakai di sekolah/SMK dan lapangan kerja. Pada fiber optic, istilah yang lebih tepat sebenarnya terminasi konektor FO (bukan crimp seperti kabel UTP), namun di praktik sering tetap disebut crimping FO.


1. Persiapan Alat dan Bahan

Alat

  • Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
  • Fiber Cleaver (pemotong presisi)
  • Crimp Tool FO (jika konektor fast/quick connector)
  • Optical Power Meter & Light Source (opsional, untuk tes)
  • Visual Fault Locator (VFL)

Bahan

  • Kabel Fiber Optic (Single Mode / Multi Mode)
  • Konektor FO (SC / LC / ST / FC – fast connector)
  • Alkohol Isopropil & tisu bebas serat


2. Mengupas Jaket Kabel Fiber Optic

  • Kupas jaket luar kabel ±3–5 cm
  • Buka strength member (aramid/kevlar)
  • Kupas buffer/coating hingga tersisa core + cladding (serat kaca)

Hati-hati: serat FO sangat rapuh dan bisa melukai kulit.


3. Membersihkan Serat Optik

  • Bersihkan serat menggunakan alkohol isopropil
  • Gunakan tisu bebas serat
  • Pastikan serat bening dan bersih

Tujuan: menghindari redaman (loss) tinggi


4. Memotong Serat (Cleaving)

  • Masukkan serat ke fiber cleaver
  • Potong dengan sudut 90° sempurna
  • Pastikan hasil potongan rata dan tidak retak

Cleaving yang baik = kualitas sinyal bagus


5. Memasang Konektor Fiber Optic (Fast Connector)

  • Masukkan serat ke dalam konektor FO
  • Dorong hingga mentok sesuai tanda
  • Kunci konektor (tekan/geser sesuai jenis)
  • Gunakan crimp tool FO bila diperlukan

Umumnya konektor SC Fast Connector paling sering dipakai di SMK


6. Pemeriksaan Visual

  • Gunakan Visual Fault Locator (VFL)
  • Pastikan cahaya merah tembus lurus
  • Tidak ada cahaya bocor di samping konektor

Jika bocor → ulangi pemasangan


7. Pengujian (Testing)

Pengujian Sederhana

  • VFL (merah terlihat di ujung)

Pengujian Profesional

  • Optical Power Meter
  • OTDR (jika tersedia)

Target redaman:

  • Single Mode: ±0,2 – 0,5 dB
  • Multi Mode: ±0,3 – 0,7 dB


8. Finishing

  • Pasanboot/karet pelindung
  • Rapikan kabel
  • Label koneksi

Ringkasan Singkat (Versi Ujian / Praktikum)

  1. Kupas jaket kabel FO
  2. Kupas buffer & bersihkan serat

  3. Potong serat dengan cleaver

  4. Pasang konektor FO

  5. Crimp/kunci konektor

  6. Tes menggunakan VFL / OPM


Sumber :



Panduan langkah penyambungan dan terminasi kabel serat optik

TERMINASI KONEKTOR FIBER OPTIK (FO)

 

TERMINASI KONEKTOR FIBER OPTIK (FO)


1. Pengertian Fiber Optik

Fiber optik adalah media transmisi data yang menggunakan serat kaca atau plastik sangat halus untuk mengirimkan sinyal dalam bentuk cahaya. Teknologi ini mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan jarak yang sangat jauh dibandingkan dengan media kabel tembaga. Fiber optik banyak digunakan pada jaringan internet, telekomunikasi, dan sistem komunikasi modern karena kualitas dan keandalannya.

2. Prinsip Kerja Fiber Optik

Fiber optik bekerja berdasarkan prinsip pemantulan cahaya total (total internal reflection). Cahaya yang dikirimkan melalui inti (core) akan dipantulkan terus-menerus oleh lapisan pelindung (cladding) sehingga cahaya dapat merambat dari satu ujung ke ujung lainnya tanpa keluar dari serat. Cahaya tersebut membawa data dalam bentuk sinyal digital.

3. Struktur Fiber Optik

Fiber optik terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu:

  1. Core (inti): Bagian utama tempat cahaya merambat.

  2. Cladding: Lapisan yang mengelilingi core dan berfungsi memantulkan cahaya kembali ke inti.

  3. Coating (pelindung): Lapisan pelindung yang menjaga serat dari kerusakan fisik.

  4. Strength member & jacket: Lapisan luar yang melindungi kabel dari tekanan dan gangguan lingkungan 

4. Jenis-Jenis Fiber Optik

Fiber optik dibedakan menjadi dua jenis utama:

  1. Single Mode Fiber (SMF)
    Memiliki inti kecil dan digunakan untuk jarak jauh dengan kecepatan tinggi, biasanya pada jaringan backbone.

  2. Multi Mode Fiber (MMF)
    Memiliki inti lebih besar dan digunakan untuk jarak dekat seperti jaringan dalam gedung atau kampus 

5. Kelebihan dan Kekurangan Fiber Optik

Kelebihan:

  • Kecepatan transmisi sangat tinggi

  • Tahan terhadap gangguan elektromagnetik

  • Jarak transmisi jauh

  • Keamanan data lebih baik

Kekurangan:

  • Biaya instalasi relatif mahal

  • Perawatan dan pemasangan memerlukan keahlian khusus 

6. Pengertian Terminasi Fiber Optik

Terminasi fiber optik adalah proses pemasangan konektor pada ujung kabel fiber optik agar dapat dihubungkan dengan perangkat jaringan seperti ODF (Optical Distribution Frame), switch, atau media converter. Terminasi bertujuan untuk memastikan sinyal cahaya dapat ditransmisikan dengan baik tanpa banyak kehilangan daya (loss) 

7. Tujuan Terminasi Fiber Optik

  • Menghubungkan kabel fiber dengan perangkat jaringan

  • Mengurangi redaman (loss) sinyal

  • Menjaga kualitas dan stabilitas jaringan

  • Mempermudah perawatan dan pengujian jaringan 

8. Jenis-Jenis Konektor Fiber Optik

Beberapa konektor yang umum digunakan dalam terminasi fiber optik antara lain:

  • SC (Subscriber Connector)

  • LC (Lucent Connector)

  • ST (Straight Tip)

  • FC (Ferrule Connector)
    Pemilihan konektor disesuaikan dengan jenis perangkat dan kebutuhan jaringan 

9. Metode Terminasi Fiber Optik

Terdapat dua metode utama dalam terminasi fiber optik:

  1. Fusion Splicing
    Menggabungkan dua serat optik dengan cara dilebur menggunakan mesin khusus (fusion splicer). Metode ini memiliki tingkat loss yang sangat kecil.

  2. Mechanical Splicing
    Menggabungkan serat optik secara mekanis tanpa dilebur, biasanya digunakan untuk instalasi sederhana 

10. Alat yang Digunakan dalam Terminasi Fiber Optik

  • Fiber cleaver

  • Stripper fiber optik

  • Fusion splicer

  • Optical power meter

  • Visual fault locator (VFL) 

11. Proses Pembuatan Fiber Optik
1. Potong kabel fiber optik sesuai panjang yang dibutuhkan menggunakan alat pemotong kabel.


2. Kupas pelindung luar kabel fiber optik hingga serat bagian dalam terlihat.



3. Bersihkan serat fiber optik menggunakan alkohol untuk menghilangkan kotoran dan sisa coating.


4. Potong ujung serat fiber menggunakan fiber cleaver agar permukaannya rata dan presisi. Masukkan kedua serat fiber ke dalam mesin fusion splicer agar siap disambungkan.


5. Masukkan serat optik yang telah dikupas ke dalam fast connector secara perlahan hingga posisi serat tepat.



6. Ukur kualitas sambungan menggunakan optical power meter untuk memastikan nilai loss rendah.


12. Kesimpulan

Fiber optik merupakan teknologi transmisi data berbasis cahaya yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas besar, dan tingkat keandalan yang baik. Terminasi fiber optik berperan penting dalam memastikan koneksi antar perangkat berjalan optimal dengan kehilangan sinyal seminimal mungkin. Dengan proses terminasi yang benar, jaringan fiber optik dapat berfungsi secara efisien dan stabil dalam jangka panjang.


Wednesday, 26 November 2025

Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic.

 


1) Prinsip Kerja Fiber Optic

Prinsip utama fiber optic adalah pemantulan cahaya secara total (Total Internal Reflection – TIR).

Di dalam kabel fiber optic, cahaya dipandu agar terus memantul di sepanjang inti (core) tanpa keluar dari jalurnya.

Ada tiga bagian utama dalam kabel fiber:

a) Core

Bagian paling dalam tempat cahaya berjalan. Terbuat dari kaca atau plastik yang sangat jernih.

b) Cladding

Lapisan yang mengelilingi core. Cladding memiliki indeks bias lebih rendah sehingga membuat cahaya dipantulkan kembali ke core.

c) Jacket / Coating

Lapisan pelindung luar agar kabel aman dari kerusakan fisik, kelembaban, dan gangguan lingkungan.

 2) Bagaimana Cahaya Mengirim Data?

Data digital (0 dan 1) diubah menjadi denyut cahaya yang dipancarkan melalui:

Laser → dipakai pada single-mode
LED / VCSEL → dipakai pada multimode

Setiap kilatan cahaya mewakili kode data. Cahaya ini berjalan dengan kecepatan tinggi di dalam core melalui pantulan total internal sampai mencapai tujuan.

Hasilnya:

  • Kecepatan sangat tinggi

  • Gangguan elektromagnetik sangat kecil

  • Bisa menempuh jarak puluhan hingga ratusan kilometer tanpa kehilangan kualitas

3) Teknologi Fiber Optic yang Digunakan Sekarang

a) Single-Mode Fiber (SMF)

  • Menggunakan satu jalur cahaya

  • Jarak transmisi sangat jauh

  • Dipakai untuk backbone, jaringan antar kota, jaringan ISP, dan FTTH

b) Multimode Fiber (MMF)

  • Banyak mode cahaya dalam satu kabel

  • Cocok untuk jarak pendek–menengah

  • Sering dipakai di data center, jaringan kampus, dan LAN

4) Teknologi Pendukung di Sistem Fiber Optic

1. Transmitter (Pemancar)

Mengubah data digital menjadi pulsa cahaya.
Sumber cahaya berupa laser/LED.

2. Fiber Cable

Media penghantar cahaya.

3. Optical Amplifier

Menguatkan sinyal cahaya tanpa mengubahnya menjadi listrik terlebih dahulu.
Contoh: EDFA (Erbium-Doped Fiber Amplifier).

4. Optical Splitter

Membagi sinyal cahaya menjadi beberapa jalur (dipakai pada jaringan FTTH seperti GPON).

5. Optical Receiver

Mengubah kembali cahaya menjadi sinyal listrik/data digital.

6. OLT & ONT/ONU (di jaringan FTTH)

  • OLT (Optical Line Terminal) berada di pusat ISP

  • ONT/ONU berada di rumah pelanggan

5) Kelebihan Teknologi Fiber Optic

✨ Kecepatan sangat tinggi (hingga ratusan Gbps)
✨ Sangat tahan terhadap interferensi listrik
✨ Jarak transmisi jauh
✨ Bandwidth sangat besar
✨ Lebih aman (sulit disadap)
✨ Lebih tahan terhadap kondisi lingkungan

Kesimpulan Singkat

Fiber optic bekerja dengan memanfaatkan pantulan cahaya di dalam serat kaca (core) agar data dapat bergerak cepat dari satu titik ke titik lain. Teknologi ini sangat efisien, cepat, aman, dan menjadi pilihan utama untuk jaringan modern seperti internet broadband, data center, serta backbone ISP.

Sumber : 

1. Optical fiber - Wikipedia

2. Understanding the Fundamentals of Optical Fiber Technology » SENKO Advanced Components, Inc.

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.

 


Pemilihan jenis kabel fiber optik yang tepat akan menentukan kualitas dan efisiensi jaringan secara keseluruhan. Kesalahan dalam spesifikasi atau jenis kabel bisa menyebabkan penurunan performa, gangguan jaringan, bahkan kegagalan total sistem. Oleh karena itu, memahami karakteristik produk kabel fiber optik DTC Netconnect adalah langkah awal yang krusial.

Tips Memilih Kabel Fiber Optik Berdasarkan :

1. Berdasarkan Jenis Serat Kabel

Pertama, kita harus memilih apakah harus menggunakan serat optik mode tunggal atau multi-mode sesuai dengan aplikasi dan spesifikasi jaringan.

  • Serat mode tunggal : Kabel memiliki ukuran inti kecil kurang dari 10 mikrometer. Hal ini memungkinkan hanya satu mode cahaya untuk melewatinya. Inti memungkinkan cahaya dengan panjang gelombang 1310 nm hingga 1550 nm melewatinya. Karena kabel hanya memungkinkan satu mode untuk melewatinya, maka pantulan sangat sedikit. Hal ini semakin menurunkan tingkat atenuasi dan memungkinkan sinyal menempuh jarak jauh. Inilah salah satu alasan mengapa kabel ini digunakan untuk aplikasi yang menuntut transmisi jarak jauh dan bandwidth yang ekstrim.

  • Serat Multimode: Kabel jenis ini memiliki inti besar 50 mikrometer – 62,5 mikrometer. Inti berdiameter besar ini memungkinkan banyak mode melewatinya. Dengan demikian, kabel dapat memungkinkan lebih banyak data melewatinya dibandingkan serat mode tunggal. Berbagai mode dapat menciptakan tingkat redaman dan dispersi yang tinggi, yang mengurangi kualitas sinyal dalam jarak jauh. Kabel serat optik multimode dapat mentransmisikan cahaya inframerah yang dihasilkan oleh LED. Kabel ini biasanya lebih disukai untuk aplikasi jarak menengah hingga pendek di gedung atau kampus.

    Berikut ini adalah beberapa serat multimode yang populer digunakan saat ini.
    • Kabel Multimode 50/125 um: Kabel ini adalah pilihan utama pada peralatan canggih. Dalam 50 mikron ini merupakan kapasitas bandwidth yang besar.
    • Kabel Multimode 62,5/125 um: Ini adalah kabel standar industri yang digunakan oleh sebagian besar aplikasi di pasar.   
    • Kabel Multimode Laser Enhanced 50/125 um: Sesuai namanya, kabel ini dirancang untuk aplikasi laser. Kabel ini terutama digunakan untuk aplikasi Ethernet 10 Gigabit hingga jangkauan 300 meter.

2. Berdasarkan Jaket Kabel Fiber Optik

Jaket kabel serat optik menambah kekuatan pada anggota serat yang tertutup di dalamnya. Ada berbagai jenis jaket kabel serat optik berdasarkan bahan konstruksinya. Berikut ini adalah beberapa yang populer.

  • PVC : Jaket yang terbuat dari bahan poli vinil klorida atau PVC digunakan dalam berbagai aplikasi seperti perangkat bertegangan rendah, komputer, perangkat komunikasi, dan lain sebagainya. Mereka tidak cocok untuk aplikasi suhu tinggi, asap tebal, atau gas hidrogen klorida. Jaket PVC biasa digunakan untuk kabel indoor dan outdoor.
  • PE : Kabel dengan jaket polietilen tahan terhadap cuaca dan kelembapan yang menantang. Mereka memiliki sifat listrik yang baik dan sebagian besar tahan terhadap abrasi. PE telah muncul sebagai bahan jaket yang terjangkau dan populer untuk kabel serat optik luar ruangan.
  • LSZH : Ini adalah singkatan dari Low Smoke Zero Halogen, yang berarti kabel LSZH tidak terbuat dari bahan terhalogenasi. Hal ini mengurangi kemungkinan toksisitas jika terjadi pembakaran.
  • PVDF : Jaket ini terbuat dari polivinil difluorida dan terutama digunakan untuk kabel pleno. Kabel ini mungkin menghasilkan sedikit asap saat terkena api dan memiliki sifat tahan api yang lebih baik.

Jaket serat optik tersedia dalam berbagai warna, dan ini membantu Anda memahami jenis kabel yang mungkin Anda gunakan. Anda juga dapat memeriksa nomenklatur yang dicetak untuk lebih jelasnya. Misalnya kabel mode tunggal untuk aplikasi non-militer dan militer berwarna kuning dan memiliki nomenklatur OS1, OS1a, OS2, SM/NZDS, dan SM. Kabel multimode 100/140 untuk aplikasi non-militer berwarna oranye dan hijau untuk aplikasi militer dan mungkin memiliki nomenklatur OS1, OS1a, OS2, SM, dan SM/NZDS.

3. Berdasarkan Aplikasi Kebutuhan

Setelah kita menentukan jenis serat optik, kita perlu mengetahui berapa banyak serat yang dibutuhkan untuk pembangunan jaringan. Hal ini sangat bergantung pada skala FTTX dan ODN (jaringan distribusi optik) dan bagian mana dari kabel serat optik yang digunakan.

Aplikasi Jaringan LAN:

  • Untuk jaringan LAN kecil di rumah atau kantor, kabel fiber optik dengan 2 hingga 4 core biasanya cukup.
  • Untuk jaringan LAN yang lebih besar atau dengan lalu lintas data yang tinggi, kabel dengan 8 hingga 12 core mungkin diperlukan.

Jaringan Data Center:

  • Data center membutuhkan kabel fiber optik dengan jumlah core yang lebih tinggi untuk mengakomodasi bandwidth yang besar dan skalabilitas di masa depan.
  • Kabel dengan 24 hingga 48 core umum digunakan di data center.
  • Kabel dengan 96 hingga 144 core tersedia untuk aplikasi data center yang sangat demanding.

Untuk Jaringan FTTx:

  • Jaringan Fiber to the Premises (FTTx) membawa layanan internet berkecepatan tinggi ke rumah dan bisnis.
  • Jumlah core yang dibutuhkan tergantung pada topologi jaringan dan jumlah pelanggan yang dilayani.
  • Kabel dengan 4 hingga 8 core umum digunakan untuk jaringan FTTx.
  • Kabel dengan 16 hingga 32 core dapat digunakan untuk jaringan FTTx yang lebih besar.

Jaringan CATV:

  • Jaringan Cable Television (CATV) menggunakan kabel fiber optik untuk mentransmisikan sinyal video dan data.
  • Jumlah core yang dibutuhkan tergantung pada jumlah saluran TV yang ditawarkan dan bandwidth yang diperlukan.
  • Kabel dengan 18 hingga 36 core umum digunakan untuk jaringan CATV.
  • Kabel dengan 72 core atau lebih dapat digunakan untuk jaringan CATV yang sangat besar.

Jaringan Transportasi:

  • Jaringan transportasi jarak jauh menggunakan kabel fiber optik dengan jumlah core yang tinggi untuk mengangkut data dalam jumlah besar.
  • Kabel dengan 96 hingga 288 core umum digunakan untuk jaringan transportasi.
  • Kabel dengan 1.728 core atau lebih tersedia untuk aplikasi jaringan transportasi yang sangat demanding.

4. Berdasarkan Konektor Kabel Fiber

Konektor kabel fiber optik merupakan komponen penting yang menghubungkan kabel fiber optik dan memungkinkan transmisi data. Memilih konektor yang tepat sangat penting untuk memastikan koneksi yang andal dan bebas gangguan. Berikut beberapa tips untuk membantu untuk dapat memilih konektor kabel fiber optik :

  • ST (Straight Tip) : Konektor ini biasanya dipelintir pada tempatnya menggunakan kopling kunci bengkok berbentuk silinder. Konektor ini menonjol karena bentuknya yang bulat dan telah populer sejak lama karena merupakan konektor pertama yang dikembangkan untuk aplikasi perkabelan komersial. Konektor ST juga dikenal sebagai konektor model bayonet karena biasanya dipelintir untuk mengunci.
  • SC (Subscriber Connector) : Juga dikenal sebagai konektor standar atau konektor persegi. Konektor SC semakin populer karena daya tahannya, biaya rendah, dan pemasangan yang sederhana. Mereka digunakan dalam aplikasi jaringan optik pasif dan point-to-point. Konektor disimpan di tempatnya menggunakan mekanisme perkawinan dorong/tarik.
  • LC (Lucent Connector) : Konektor ini sangat mirip dengan konektor SC tetapi lebih kecil jika dibandingkan. Mereka juga mengikuti mekanisme kawin dorong/tarik.  
  • FC (Ferrule Connector) : Konektor jenis ini memiliki badan berulir dan banyak digunakan di lingkungan dengan getaran tinggi. Konektor ini terutama digunakan pada serat optik terpolarisasi dan serat optik mode tunggal.
  • MTP/MPO (Multi-fiber Push-On/Multi-fiber Push-Off): Konektor multi-core yang memungkinkan koneksi beberapa serat optik sekaligus, ideal untuk aplikasi bandwidth tinggi seperti data center dan jaringan transportasi.

5. Berdasarkan Merek Kabel Fiber Optik

PT Mitra Kabel Indonesia (MKI Group) didirikan pada tahun 2002 dan berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan layanan telekomunikasi, khususnya dalam hal:

  • Perangkat CATV/MATV: MKI Group menyediakan berbagai perangkat CATV/MATV, termasuk kabel fiber optik, kabel LAN, kabel koaksial, dan aksesoris lainnya.
  • Solusi FTTH: MKI Group merupakan pemegang lisensi dan distributor perangkat FTTH (Fiber to the Home) merk FALCOM, Fastlink, Cablelink, FX-Link, dan beberapa merk lainnya.
  • Layanan televisi kabel: Pada awal berdirinya, MKI Group menyediakan layanan televisi kabel di beberapa daerah.

Produk dan Layanan

Saat ini, PT. Mitra Kabel Indonesia melalui Falcom Technology memasarkan berbagai perlengkapan jaringan telekomunikasi, antara lain:

  • Kabel Fiber Optik:
    • Digunakan untuk mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dalam jarak yang jauh.
    • Tersedia dalam berbagai jenis, seperti singlemode dan multimode.
  • Kabel LAN:
    • Digunakan untuk menghubungkan perangkat komputer dalam jaringan lokal.
    • Tersedia dalam berbagai jenis, seperti UTP dan STP.
  • Kabel Coaxial:
    • Digunakan untuk mentransmisikan sinyal televisi dan data.
    • Tersedia dalam berbagai jenis, seperti RG-59 dan RG-6.
  • Aksesoris Jaringan:
    • Konektor
    • Patch cord
    • Splice closure
    • Dan lain sebagainya

Sumber : 

1. Panduan Memilih Kabel Fiber Optik DTC Netconnect untuk Berbagai Kebutuhan

2. Tips Cara Memilih Kabel Fiber Optik - Falcom Technology

Memahami jenis-jenis kabel fiber optic.


Jenis-jenis Kabel Fiber Optik

1. Kabel Fiber Optik Single-Mode (SMF)

Deskripsi: Kabel fiber optik single-mode dirancang untuk mentransmisikan cahaya melalui satu mode gelombang dengan diameter inti yang sangat kecil, biasanya sekitar 8-10 mikron. Kabel ini menggunakan laser sebagai sumber cahaya, yang memungkinkan transmisi data pada jarak yang sangat jauh.

Fungsi: Kabel single-mode ideal untuk aplikasi yang memerlukan transmisi data jarak jauh, seperti dalam jaringan telekomunikasi, kabel backbone, dan koneksi antara data center. Kabel ini menawarkan kecepatan tinggi dan rendahnya pengurangan sinyal, sehingga cocok untuk jaringan yang membutuhkan bandwidth besar dan latensi rendah.

Kelebihan:

  • Kemampuan transmisi jarak jauh yang sangat baik.
  • Kecepatan transfer data tinggi.
  • Kualitas sinyal yang stabil dan minim interferensi.

Kekurangan:

  • Biaya pemasangan yang lebih tinggi.
  • Instalasi dan perawatan yang memerlukan keterampilan khusus.

2. Kabel Fiber Optik Multi-Mode (MMF)

Deskripsi: Kabel fiber optik multi-mode memiliki diameter inti yang lebih besar, biasanya sekitar 50-62,5 mikron, yang memungkinkan cahaya untuk dipandu melalui berbagai mode gelombang. Kabel ini biasanya menggunakan LED sebagai sumber cahaya dan cocok untuk jarak transmisi yang lebih pendek.

Fungsi: Kabel multi-mode sering digunakan dalam jaringan lokal (LAN), jaringan data center, dan aplikasi kampus. Mereka ideal untuk transmisi data pada jarak pendek hingga menengah dengan kecepatan tinggi, seperti dalam jaringan internal atau sistem komunikasi dalam gedung.

Kelebihan:

  • Biaya lebih rendah dibandingkan dengan kabel single-mode.
  • Instalasi yang lebih mudah dan kurang sensitif terhadap kesalahan.
  • Baik untuk transmisi data pada jarak pendek hingga menengah.

Kekurangan:

  • Kemampuan transmisi jarak jauh terbatas.
  • Kecepatan transfer data dapat menurun pada jarak yang lebih panjang.

3. Kabel Fiber Optik Single-Mode dan Multi-Mode dalam Kabel yang Sama (Hybrid)

Deskripsi: Kabel fiber optik hybrid menggabungkan serat single-mode dan multi-mode dalam satu kabel. Ini memungkinkan fleksibilitas dalam aplikasi yang memerlukan kombinasi dari kedua jenis serat untuk memenuhi berbagai kebutuhan transmisi data.

Fungsi: Kabel hybrid sering digunakan dalam jaringan yang memerlukan konektivitas fleksibel untuk berbagai jenis aplikasi, seperti jaringan kampus besar atau sistem komunikasi yang menghubungkan berbagai lokasi dengan kebutuhan bandwidth yang berbeda.

Kelebihan:

  • Fleksibilitas untuk berbagai aplikasi.
  • Memungkinkan penggunaan serat single-mode dan multi-mode dalam satu kabel.
  • Mengurangi kebutuhan untuk kabel terpisah dan mempermudah instalasi.

Kekurangan:

  • Biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabel serat optik tunggal.
  • Instalasi yang mungkin lebih kompleks.

 Sumber : Mengenal Jenis-jenis Kabel Fiber Optik dan Fungsinya dalam Jaringan - UTI-TTIS

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik  yang disusun ri...