Wednesday, 21 January 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

 



Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.


Terminasi Konektor Fiber Optics

 

Terminasi Konektor Fiber Optics


Gambar 427 Terminasi Konektor Fiber Optics


Berikut langkah-langkah melakukan crimping (terminasi) Fiber Optic yang umum dipakai di sekolah/SMK dan lapangan kerja. Pada fiber optic, istilah yang lebih tepat sebenarnya terminasi konektor FO (bukan crimp seperti kabel UTP), namun di praktik sering tetap disebut crimping FO.


1. Persiapan Alat dan Bahan

Alat

  • Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
  • Fiber Cleaver (pemotong presisi)
  • Crimp Tool FO (jika konektor fast/quick connector)
  • Optical Power Meter & Light Source (opsional, untuk tes)
  • Visual Fault Locator (VFL)

Bahan

  • Kabel Fiber Optic (Single Mode / Multi Mode)
  • Konektor FO (SC / LC / ST / FC – fast connector)
  • Alkohol Isopropil & tisu bebas serat


2. Mengupas Jaket Kabel Fiber Optic

  • Kupas jaket luar kabel ±3–5 cm
  • Buka strength member (aramid/kevlar)
  • Kupas buffer/coating hingga tersisa core + cladding (serat kaca)

Hati-hati: serat FO sangat rapuh dan bisa melukai kulit.


3. Membersihkan Serat Optik

  • Bersihkan serat menggunakan alkohol isopropil
  • Gunakan tisu bebas serat
  • Pastikan serat bening dan bersih

Tujuan: menghindari redaman (loss) tinggi


4. Memotong Serat (Cleaving)

  • Masukkan serat ke fiber cleaver
  • Potong dengan sudut 90° sempurna
  • Pastikan hasil potongan rata dan tidak retak

Cleaving yang baik = kualitas sinyal bagus


5. Memasang Konektor Fiber Optic (Fast Connector)

  • Masukkan serat ke dalam konektor FO
  • Dorong hingga mentok sesuai tanda
  • Kunci konektor (tekan/geser sesuai jenis)
  • Gunakan crimp tool FO bila diperlukan

Umumnya konektor SC Fast Connector paling sering dipakai di SMK


6. Pemeriksaan Visual

  • Gunakan Visual Fault Locator (VFL)
  • Pastikan cahaya merah tembus lurus
  • Tidak ada cahaya bocor di samping konektor

Jika bocor → ulangi pemasangan


7. Pengujian (Testing)

Pengujian Sederhana

  • VFL (merah terlihat di ujung)

Pengujian Profesional

  • Optical Power Meter
  • OTDR (jika tersedia)

Target redaman:

  • Single Mode: ±0,2 – 0,5 dB
  • Multi Mode: ±0,3 – 0,7 dB


8. Finishing

  • Pasanboot/karet pelindung
  • Rapikan kabel
  • Label koneksi

Ringkasan Singkat (Versi Ujian / Praktikum)

  1. Kupas jaket kabel FO
  2. Kupas buffer & bersihkan serat

  3. Potong serat dengan cleaver

  4. Pasang konektor FO

  5. Crimp/kunci konektor

  6. Tes menggunakan VFL / OPM


Sumber :



Panduan langkah penyambungan dan terminasi kabel serat optik

TERMINASI KONEKTOR FIBER OPTIK (FO)

 

TERMINASI KONEKTOR FIBER OPTIK (FO)


1. Pengertian Fiber Optik

Fiber optik adalah media transmisi data yang menggunakan serat kaca atau plastik sangat halus untuk mengirimkan sinyal dalam bentuk cahaya. Teknologi ini mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan jarak yang sangat jauh dibandingkan dengan media kabel tembaga. Fiber optik banyak digunakan pada jaringan internet, telekomunikasi, dan sistem komunikasi modern karena kualitas dan keandalannya.

2. Prinsip Kerja Fiber Optik

Fiber optik bekerja berdasarkan prinsip pemantulan cahaya total (total internal reflection). Cahaya yang dikirimkan melalui inti (core) akan dipantulkan terus-menerus oleh lapisan pelindung (cladding) sehingga cahaya dapat merambat dari satu ujung ke ujung lainnya tanpa keluar dari serat. Cahaya tersebut membawa data dalam bentuk sinyal digital.

3. Struktur Fiber Optik

Fiber optik terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu:

  1. Core (inti): Bagian utama tempat cahaya merambat.

  2. Cladding: Lapisan yang mengelilingi core dan berfungsi memantulkan cahaya kembali ke inti.

  3. Coating (pelindung): Lapisan pelindung yang menjaga serat dari kerusakan fisik.

  4. Strength member & jacket: Lapisan luar yang melindungi kabel dari tekanan dan gangguan lingkungan 

4. Jenis-Jenis Fiber Optik

Fiber optik dibedakan menjadi dua jenis utama:

  1. Single Mode Fiber (SMF)
    Memiliki inti kecil dan digunakan untuk jarak jauh dengan kecepatan tinggi, biasanya pada jaringan backbone.

  2. Multi Mode Fiber (MMF)
    Memiliki inti lebih besar dan digunakan untuk jarak dekat seperti jaringan dalam gedung atau kampus 

5. Kelebihan dan Kekurangan Fiber Optik

Kelebihan:

  • Kecepatan transmisi sangat tinggi

  • Tahan terhadap gangguan elektromagnetik

  • Jarak transmisi jauh

  • Keamanan data lebih baik

Kekurangan:

  • Biaya instalasi relatif mahal

  • Perawatan dan pemasangan memerlukan keahlian khusus 

6. Pengertian Terminasi Fiber Optik

Terminasi fiber optik adalah proses pemasangan konektor pada ujung kabel fiber optik agar dapat dihubungkan dengan perangkat jaringan seperti ODF (Optical Distribution Frame), switch, atau media converter. Terminasi bertujuan untuk memastikan sinyal cahaya dapat ditransmisikan dengan baik tanpa banyak kehilangan daya (loss) 

7. Tujuan Terminasi Fiber Optik

  • Menghubungkan kabel fiber dengan perangkat jaringan

  • Mengurangi redaman (loss) sinyal

  • Menjaga kualitas dan stabilitas jaringan

  • Mempermudah perawatan dan pengujian jaringan 

8. Jenis-Jenis Konektor Fiber Optik

Beberapa konektor yang umum digunakan dalam terminasi fiber optik antara lain:

  • SC (Subscriber Connector)

  • LC (Lucent Connector)

  • ST (Straight Tip)

  • FC (Ferrule Connector)
    Pemilihan konektor disesuaikan dengan jenis perangkat dan kebutuhan jaringan 

9. Metode Terminasi Fiber Optik

Terdapat dua metode utama dalam terminasi fiber optik:

  1. Fusion Splicing
    Menggabungkan dua serat optik dengan cara dilebur menggunakan mesin khusus (fusion splicer). Metode ini memiliki tingkat loss yang sangat kecil.

  2. Mechanical Splicing
    Menggabungkan serat optik secara mekanis tanpa dilebur, biasanya digunakan untuk instalasi sederhana 

10. Alat yang Digunakan dalam Terminasi Fiber Optik

  • Fiber cleaver

  • Stripper fiber optik

  • Fusion splicer

  • Optical power meter

  • Visual fault locator (VFL) 

11. Proses Pembuatan Fiber Optik
1. Potong kabel fiber optik sesuai panjang yang dibutuhkan menggunakan alat pemotong kabel.


2. Kupas pelindung luar kabel fiber optik hingga serat bagian dalam terlihat.



3. Bersihkan serat fiber optik menggunakan alkohol untuk menghilangkan kotoran dan sisa coating.


4. Potong ujung serat fiber menggunakan fiber cleaver agar permukaannya rata dan presisi. Masukkan kedua serat fiber ke dalam mesin fusion splicer agar siap disambungkan.


5. Masukkan serat optik yang telah dikupas ke dalam fast connector secara perlahan hingga posisi serat tepat.



6. Ukur kualitas sambungan menggunakan optical power meter untuk memastikan nilai loss rendah.


12. Kesimpulan

Fiber optik merupakan teknologi transmisi data berbasis cahaya yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas besar, dan tingkat keandalan yang baik. Terminasi fiber optik berperan penting dalam memastikan koneksi antar perangkat berjalan optimal dengan kehilangan sinyal seminimal mungkin. Dengan proses terminasi yang benar, jaringan fiber optik dapat berfungsi secara efisien dan stabil dalam jangka panjang.


Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik  yang disusun ri...